Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Desak Pertamina Berani Buka-Bukaan


Ilustrasi

Makassar - Menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Sulawesi Selatan: jika pasokan BBM disebut Pertamina tidak pernah terputus, mengapa antrean kendaraan justru mengular di sejumlah SPBU, bahkan hingga dini hari?

Kelangkaan BBM mulai meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah dalam Propinsi Sulawesi selatan, kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa pekan dan berdampak langsung terhadap aktifitas masyarakat.

Pantauan media dilapangan, sejumlah SPBU mengalami kekosongan stok BBM diantaranya SPBU jalan Andalas sementara SPBU jalan Tentara Pelajar kekosongan BBM jenis Pertalite membuat Pengendara memilih mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax.Rabu. 9/9/2026

Pertanyaan itu mencuat dalam pertemuan jajaran DPRD Sulsel dengan Pertamina Regional Sulawesi, setelah keluhan masyarakat terkait antrean panjang BBM dan sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram terus bermunculan.

Ketua DPRD Sulsel, A. Rachmatika Dewi (Cicu), datang membawa suara masyarakat yang menurutnya tidak lagi bisa hanya dijawab dengan penjelasan normatif.

DPRD mengaku sebelumnya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina pada 18 Agustus 2026. Namun, karena persoalan di lapangan dinilai belum sepenuhnya terurai, DPRD kembali meminta penjelasan langsung sekaligus langkah konkret dari Pertamina.

“Kami berharap mendapatkan jawaban bukan hanya penjelasan, tetapi seperti apa konkretnya tindakan dari teman-teman Pertamina,” tegas Rachmatika.

Bagi DPRD, persoalan tersebut bukan perkara sederhana. Antrean BBM menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat, sementara keluhan LPG 3 kilogram menambah beban kebutuhan rumah tangga.

Situasi semakin kompleks karena masyarakat di sejumlah wilayah Sulsel juga menghadapi pemadaman listrik bergilir.

Masyarakat akhirnya berhadapan dengan tiga persoalan sekaligus: BBM sulit, LPG dikeluhkan, dan listrik tidak selalu menyala.

Nampak antrean kendaraan terlihat di salah satu SPBU, mengular sekitar 300 meter, para pengendara terpaksa menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan BBM yang dibutuhkan.

Seorang Pengemudi Ojol yang enggan di sebutkan namanya mengaku kelangkaan BBM tersebut sangat menyulitkan dirinya serta rekan rekan sesama pengemudi Ojol.

Menurutnya kondisi tersebut semakin terasa ketika antrean berlangsung hingga berjam-jam bahkan tidak jarang pengemudi kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite karena stok disejumlah SPBU cepat habis.

"Kalau kami antre hingga beberapa jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi dan kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite maka kondisi ini mengurangi pendapatan sehari-hari padahal kami dituntut untuk membayar cicilan kendaraan dan kesulitan membantu ekonomi keluarga" ungkapnya

Ia berharap Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut, termasuk mempertimbangkan penambahan kuota BBM bersubsidi disejumlah SPBU yang mengalami kekurangan stok.

Masyarakatpun berharap Pemerintah bersama Pertamina segera melakukan evaluasi terhadap distribusi dan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU agar kelangkaan dan antrean panjang tidak terus berulang serta tidak membebani masyarakat.
matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar