Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dampak El nino, Bendungan Lekopancing Mengering.


Bendungan Lekopancing Mengering akibat Kemarau panjang

Maros - Bendungan Lekopancing di Kecamatan Tompo bulu Kabupaten Maros Sulawesi selatan dilanda kekeringan, tinggi muka air di bendungan dilaporkan minus 160 centimeter, dan dianggap terparah di banding tahun lalu.

"Minus 160 centimeter untuk ketinggian air, Kalau normalnya biasa 50 centimeter di atas mercu," ungkap petugas Bendungan Lekopancing, Kamis (3/9/2026).

Ia menegaskan kekeringan di Bendungan Lekopancing mulai terjadi sejak Juli 2026. Pasokan air sudah jauh di bawah batas normal.

"Kayaknya parah ini (dibanding tahun lalu), karena minusnya sampai 160 cm, biasanya 140 sudah ada air melimpah," tuturnya

Musim kemarau yang memicu cuaca semakin panas juga mempengaruhi menyusutnya pasokan air. Pihaknya belum memastikan kapan kondisi kembali normal.

"Kurang tahu kapan datang hujan, karena kemarau panjang tidak bisa diprediksi, sebagaimana biasanya bulan November sudah ada pelimpahan air," ucapnya.

Diketahui, Bendungan Lekopancing sudah dalam kondisi mengering berdasarkan pantauan media di lokasi. Tampak ada saluran yang dasarnya sudah terlihat dipenuhi bebatuan dan tumbuhan. Kamis 3/9/2026

Begitupun  intake atau pintu air di Bendungan Lekopancing sudah dibuka lebar hingga 80 centimeter. Hal ini agar air yang tersisa bisa mengalir ke bendungan.

Pasokan air Bendungan Lekopancing,di bawah batas normal

Dengan kondisi  Bendungan Leko Pancing yang kekeringan, hal ini akan berdampak bagi pelayanan air bersih untuk pelanggan PDAM Kota Makassar.
Untuk mengantisipasi keadaan ini, PDAM Makassar telah mempersiapkan, akan kondisi keadaan tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade kepada media mengatakan pihaknya telah mempersiapkan untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi di bendungan Leko Pancing.

“Sudah lama diantisipasi dengan mengaktifkan intake Manggala,” ujar Plt Direktur Utama PDAM Makassar. Jumat (4/9/2026)

“Kita mengambil air sungai Moncongloe melalui intake Manggala,” tambah Andi Syahrum.

Guru Besar Pendidikan Fisika Unismuh Makassar (Unismuh), Prof. Nurlina, menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang memiliki pengaruh global terhadap cuaca.

Fenomena ini, kata dia, dapat berdampak langsung pada berkurangnya pasokan air permukaan, memicu musim kemarau yang lebih kering, serta meningkatkan risiko krisis air di berbagai daerah.

“El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang memiliki pengaruh global terhadap cuaca. Efek yang ditimbulkan dari fenomena ini dapat berdampak pada pasokan air permukaan dan membuat musim kemarau lebih kering, sehingga masyarakat harus lebih waspada dan lebih siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Prof. Nurlina (**)

Posting Komentar

0 Komentar