Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kementerian PU Mempercepat Pelaksanaan P3TGAI, Menghadapi Kemarau Yang Dipengaruhi El Nino


Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadapi musim kemarau  yang dipengaruhi fenomena El Nino, mempercepat pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di berbagai daerah.

Pelaksanaan P3TGAI periode Juli 2026 secara nasional telah mencapai progres fisik 13,08% serta menyerap 26.602 tenaga kerja atau setara 159.640 Hari Orang Kerja (HOK), sekaligus memperkuat jaringan irigasi untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan di tengah tantangan musim kemarau, keberadaan jaringan irigasi yang andal menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas pertanian. 

Oleh karena itu, Kementerian PU terus mempercepat pembangunan irigasi melalui pola padat karya yang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Program ini adalah instrumen penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam pembangunan, padat karya membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan daya beli masyarakat," kata Dody, Rabu (15/7/2026).

Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian PU menargetkan pelaksanaan P3TGAI di 12.000 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran sebesar Rp 2,64 triliun. 

Program ini ditargetkan menyerap 180.000 tenaga kerja atau setara 8.100.000 Hari Orang Kerja (HOK) melalui pelaksanaan kegiatan oleh seluruh Balai Besar/Balai Wilayah Sungai di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Salah satu capaian tertinggi program P3TGAI 2026 dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu. 

Hingga 14 Juli 2026, dari target 31 lokasi dengan target penyerapan 465 tenaga kerja, progres fisik telah mencapai 55,81%. Penyerapan tenaga kerja bahkan telah mencapai 576 orang atau setara 9.210 Hari Orang Kerja (HOK), melampaui target awal.

Oleh karena itu, capaian tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan irigasi mampu berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

P3TGAI merupakan program rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A). 

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaksana utama pembangunan sehingga hasil pekerjaan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun.

Pekerjaan P3TGAI mencakup peningkatan saluran irigasi tersier dari saluran tanah menjadi saluran pasangan batu (lining) yang dikerjakan oleh petani maupun masyarakat setempat dengan sistem upah harian atau mingguan. 

Selain meningkatkan kualitas layanan irigasi, program ini turut menambah pendapatan masyarakat desa dan menggerakkan perekonomian lokal.

Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik menjadi sangat penting pada musim kemarau. 

Saluran yang berfungsi optimal membantu memastikan air tetap mengalir hingga ke lahan pertanian, sehingga petani dapat mempertahankan bahkan meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas hasil panen. 

Dengan demikian, P3TGAI turut mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional(**)

matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar