matacelebes - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada sektor pertanian yang telah mencatat prestasi bersejarah swasembada pangan di 2025.
Sebagai bentuk komitmen melanjutkan capaian tersebut, pemerintah terus membangun berbagai elemen pendukung swasembada pangan, salah satunya pembuatan bendungan (waduk) sebagai bagian penting irigasi di lahan pertanian.
Sebagai informasi, berikut daftar waduk terbesar di Indonesia
1. Waduk Jatiluhur (Purwakarta, Jawa Barat)
Waduk Jatiluhur berada di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Lokasi areanya melintang hingga ke Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Bahkan, bendungan seluas lebih dari 8 ribu hektare ini menjadi bendungan terluas di kawasan Asia Tenggara.
Waduk Jatiluhur mengairi Daerah Irigasi seluas 240.000 hingga 242.000 hektar sawah (untuk dua kali masa tanam dalam setahun). Waduk Jatiluhur memiliki luas genangan sekitar 8.300 hektar dan kapasitas daya tampung air maksimal mencapai 2,44 miliar meter kubik
Pembangunan Waduk Jatiluhur dimulai saat era pemerintahan Presiden Soekarno, tepatnya tahun 1957. Adapun tujuan dibuatnya bendungan ini adalah pengairan area sawah sebesar lebih dari 240 ribu hektare. Waduk ini juga terhubung dengan waduk lain yang masih berada dalam satu aliran Sungai Citarum.
2. Waduk Jatigede (Majalengka, Jawa Barat)
Waduk Jatigede berada di antara Kabupaten Sumedang dan Majalengka. Waduk dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk mulai tahun 2008 saat era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan selesai pada tahun 2015 di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Waduk Jatigede memiliki luas genangan sekitar 4.891 hingga 4.983 hektare dengan kapasitas daya tampung air mencapai 979,5 juta meter kubik serta dapat mengaliri sawah seluas lebih dari 90.000 hekta. Angka ini menjadikan waduk di Sumedang, Jawa Barat, tersebut sebagai waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur.
Pembangunan Waduk Jatigede dimaksudkan untuk kebutuhan pengairan atau irigasi. Selain itu, bendungan juga difungsikan sebagai area untuk menampung cadangan air sekaligus pengontrol banjir serta sebagai kebutuhan PLTA dengan listrik yang dihasilkan mencapai 10 megawatt.
3. Waduk Karangkates (Malang Jawa Timur)
Waduk Karangkates dibangun pada 1995, lokasinya berada di Kabupaten Malang Jawa Timur dengan sumber air utama berasal dari Sungai Brantas, salah satu sungai terbesar di Jatim. Dengan luas genangan sekitar 15 km2, Waduk Karangkates (Bendungan Sutami) mampu mengairi lahan sawah seluas 34.000 hektar di bagian hilir
Proses pembangunan waduk ini hanya memakan waktu selama dua tahun. Pembangunan bendungan difungsikan untuk PLTA dan sebagai salah satu destinasi wisata murah oleh masyarakat setempat.
4. Waduk Sigura-gura (Kabupaten Toba, Sumatera Utara)
Waduk Sigura-Gura di Kabupaten Toba Sumatera Utara lokasinya tak jauh dari Danau Toba. Bendungan tersebut dibangun pada 1978 dan selesai pada tahun 1981. Struktur waduk satu ini mengadaptasi Beton Gravity dengan tinggi sekitar 46 meter dari titik paling dalam Sungai Asahan.
Waduk Sigura gura memiliki kapasitas tampung normal sebesar 810.000 meter kubik. Waduk ini ditopang oleh luas area tangkapan air (catchment area) yang mencapai 3.730 km², dan memiliki kapasitas pelimpah (spillway) sebesar 750 m³/detik. Waduk ini berfungsi utama sebagai pembangkit listrik dan tidak dikhususkan untuk irigasi, sehingga tidak ada data resmi mengenai luasan sawah yang dialirinya
5. Waduk Batutegi ( Kabupaten Tanggamus Lampung)
Waduk Batutegi di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung dibangun pada 1994 hingga tahun 2002. Waduk ini memiliki luas genangan sekitar 3.560 hektare dan kapasitas tampungan air mencapai 687,767 juta meter kubik (atau volume tampungan efektif sekitar 578 juta meter kubik).
Fungsi dari bendungan ini tidak jauh berbeda dengan bendungan lainnya, yaitu sumber pengairan utama di berbagai area. Waduk Batutegi dirancang untuk mengairi lahan pertanian atau sawah seluas 66.573 hektare.(**)
0 Komentar