Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sejarah Sarabba, Dulu Minuman Eksklusif Bagi Para Bangsawan Dan Sekarang Telah Menjadi Minuman Rakyat.



• Sarabba adalah minuman khas Sulawesi Selatan yang populer di musim hujan.

• Minuman ini dulunya eksklusif bagi bangsawan, tapi kini telah menjadi minuman rakyat

• Nama "sarabba" memiliki keterkaitan erat dengan bahasa Arab, dan merupakan minuman andalan para pelaut Makassar dan Bugis

         Ilustrasi : Minuman Sarabba

Makassar, - Di tengah musim hujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang, pikiran banyak orang di Sulawesi Selatan tentu akan tertuju pada satu minuman "sarabba" Ini adalah cara paling alami dan nikmat untuk membentengi diri dari rasa dingin menusuk tulang yang sering datang bersama angin kencang.

Aroma tajam jahe yang beradu dengan manisnya gula aren seolah menjadi magnet penarik orang-orang untuk menepi ke warung sarabba, berteduh sejenak dari basahnya jalanan. Aktivitas ini semakin sempurna jika sembari menyantap gorengan panas, atau diselingi dengan pengganjal perut lainnya seperti mie instan.

1. Disebut sebagai minuman yang dulunya hanya dinikmati oleh kalangan bangsawan


Ilustrasi: Aktivitas Masyarakat Pada Dekade Tahun 1900.

Kendati sangat populer, literatur resmi yang mencatat kapan tepatnya minuman ini pertama kali muncul di tanah Sulawesi masih sulit ditemukan. Kendati demikian, beberapa mengklaim sarabba dulunya adalah minuman eksklusif yang hanya disajikan bagi kalangan bangsawan di kerajaan besar Sulawesi Selatan. Pada masa itu, rempah-rempah seperti jahe dan merica memiliki nilai yang sangat tinggi.

Seiring berjalannya waktu, resep rahasia ini mulai menyebar ke masyarakat luas dan menjadi minuman rakyat yang bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa memandang kasta. 

Alhasil, resepnya tak hanya diketahui oleh segelintir orang. Tapi telah diwariskan secara turun-temurun dan dari generasi ke generasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kearifan kuliner lokal masyarakat.

2. Sebuah teori mengemukakan hubungannya dengan budaya minum rempah Timur Tengah

Ilustrasi: Aktivitas Pasar Di Sulawesi Selatan Pada Abad 18.

Namun, teori menarik dikemukakan dalam artikel ilmiah berjudul "Eksistensi Sarabba sebagai Minuman Tradisional Khas Bugis-Makassar di Era Modern" (Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 6, No. 1, Desember 2022). 

Disebut bahwa nama "sarabba" memiliki keterkaitan erat dengan bahasa Arab, yakni syariba yang berarti "minum." Dalam konteks ini, adalah aktivitas meminum dengan alat bantu seperti gelas, botol, dan lain-lain.

Agaknya, teori tak lepas dari fakta sejarah perihal hubungan perdagangan dan penyebaran agama Islam pada masa lampau. Budaya meminum rempah penghangat badan di wilayah Timur Tengah diduga kuat ikut mempengaruhi dan membentuk racikan minuman hangat yang kemudian diadaptasi dengan bahan baku berupa beragam rempah lokal khas Sulawesi Selatan.

3. Kendati asal-usulnya simpang siur, sarabba jadi andalan masyarakat Sulsel melawan dingin

  Ilustrasi: Pusat Kuliner Khas Daerah Makassar

Lebih jauh, terdapat cerita menarik yang menyebut bahwa sarabba adalah minuman andalan bagi para pelaut Makassar dan Bugis. Sebelum mengarungi samudera luas, mereka kerap meminum racikan ini untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat di tengah laut yang dingin. Kandungan jahe memberi efek instan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi terjangan badai dan cuaca ekstrem.

Selain itu, bahan utama sarabba juga memakai gula aren dan santan yang memberi sensasi manis-gurih yang unik. Penambahan merica bubuk turut jadi kunci pembeda dengan wedang jahe, minuman sejenis dari daerah Jawa, yang juga menghangatkan tenggorokan. Kendati asal-usulnya masih simpang siur, ada satu hal yang pasti "sarabba sangat ampuh untuk melawan dinginnya musim hujan".

Dengan sejarah Kearifan Kuliner Lokal yang cukup panjang, mengundang rasa ingin tahu serta mencicipinya, minuman yang mengandung rempah yang sangat di gemari oleh warga masih eksis dan tersedia di Pusat Kuliner Daerah Bugis Makassar Jalan Sungai Cerekang Kota Makassar.(**)

matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar