Makassar - Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Bustanul Arifin mengungkapkan, Sulawesi selatan mendapat anggaran dari Menteri Pertanian (Kementan) untuk melakukan pencetakan sawah seluas 33 ribu hektare tahun 2026.
Bustanul Arifin menyebut angka 33 ribu hektare ini merupakan usulan dari kabupaten kota di Sulsel. Namun, angka itu belum final. 14/02/2026
“Tahapannya itu, 33 ribu hektare ini akan di SID. Kita sudah sampaikan tadi, Pak Gubernur. Ada poligon-poligon dari tawaran yang ditawarkan oleh Kebupaten Kota itu kita akan seleksi dulu. Kita akan verifikasi. Itu namanya tim SID yang verifikasi seperti apa,” katanya
Dari hasil SID itu akan dikontrakkan untuk cetak sawah. Di Sulsel kata Bustanul, tidak lagi punya banyak lahan untuk membuka cetak sawah baru.
“Malahan kemarin ada beberapa yang diusulkan kabupaten, ternyata cetak sawahnya itu, lahan yang diusulkan itu adalah lahan-lahan yang masuk kawasan hutan, masuk sempadan sungai. Itu yang tidak dimungkinkan,” jelas Bustanul.
Lahan yang masuk kawasan hutan, sempadan sungai dan lahan clear and clean itu dilarang untuk disusulkan jadi cetak sawah.
“Lahannya harus dimiliki oleh petani dan tidak boleh masuk kawasan hutan. Dari hasil inilah baru kita lihat seperti apa yang bisa dicanangkan nanti,” sebut Bustanul.
Adapun daerah yang terbanyak mengusulkan cetak sawah adalah Kabupaten Bone dan Luwu Utara.
Diketahui, Produksi padi di Sulsel sepanjang 2025 meningkat tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat, produksi padi di Sulsel dari Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 5,47 juta ton gabah kering giling (GKG).
Angka itu meningkat sebanyak 648,16 ribu ton (GKG) atau 13,45 persen, dari 4,82 juta ton GKG pada 2024 menjadi 5,47 juta ton GKG pada 2025.(**)
Redaksi

0 Komentar