Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Rapat Kordinasi BBWS - Pompengan Jeneberang Bersama Pemerintah Kabupatem Gowa Membahas Pembangunan Bendungan Jenelata.


Makassar - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang, Heriantono Waluyadi berkomitmen bahwa pembangunan Bendungan Jenelata, di Kabupaten Gowa  Sulawesi Selatan, dijadwalkan rampung pada 2028.

"Bendungan Jenelata ini proyek PSN yang memiliki banyak manfaat strategis diantaranya meningkatkan layanan irigasi sehingga intensitas tanam petani dapat meningkat dari dua kali menjadi tiga kali panen dalam setahun," ujarnya  Kamis 9/4/2026

Heriantono mengatakan pembangunan Bendungan Jenelata juga memiliki manfaat lainnya yang nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku bagi beberapa daerah, termasuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Maros, serta berkontribusi dalam pengendalian banjir di wilayah hilir Sungai Jeneberang.

“Dengan adanya bendungan ini, aliran air dapat diatur sehingga dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan di kawasan hilir, sekaligus mendukung kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Bendungan Jenelata juga memiliki potensi pengembangan energi listrik serta pariwisata, sehingga memberikan manfaat multi-sektor yang berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Gowa Siti Husniah Talenrang mendorong adanya komunikasi yang lebih intensif dan mendalam antara Pemerintah daerah, Pemerintah provinsi, hingga Pemerintah pusat, agar Kabupaten Gowa sebagai daerah sumber juga mendapatkan manfaat yang lebih nyata.

“Kita perlu komunikasi yang lebih dalam lagi. Karena sebagai daerah sumber, tentu kita juga perlu mendapatkan manfaat yang lebih spesifik dan prioritas. Apalagi kita juga yang menjaga kawasan konservasi di hulu sebagai bagian dari keberlanjutan sumber daya air,” ucapnya.

Husnia Talenrang juga  menegaskan bahwa Pembangunan Bendungan Jenelata sebagai  Proyek Strategi Nasional (PSN) tidak boleh berhenti sebagai Proyek tanpa makna, ia menuntut agar Proyek Tersebut menghadirkan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tegas ini dinyatakan dalam forum  Rapat Kordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang.

"Bendungan Jenelata harus memberikan dampak langsung khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang memperkuat sektor pertanian,ini bukan hanya soal pengendalian banjir tetapi tentang masa depan ekonomi rakyat" tegasnya

Sebagai salah satu daerah yang di percaya menjalankan Proyek Strategis Nasional di Sulawesi selatan, Kabupaten Gowa dinilai memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar, namun Bupati menegaskan bahwa kepercayaan tersebut harus di barengi sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Ia juga menyoroti posisi strategis Kab.Gowa sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam baik dari sumber daya air maupun material yang menjadikan elemen vital dalam keberhasilan proyek nasional tersebut.

Bupati Husnia Talenrang kembali mengingatkan bahwa manfaat Bendungan Jenelata tidak hanya di rasakan oleh Kabupaten Gowa tetapi juga oleh daerah sekitar, khususnya dalam pemenuhan air baku dan Irigasi.

Rapat Koordinasi BBWS - Pompengan Jeneberang bersama Pemerintah Kabupaten Gowa,  diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Pemerintah pusat dan daerah agar Pembangunan Bendungan Jenelata benar-benar memberikan manfaat luas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Gowa dan sekitarnya.

matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar