Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Anomali di Tengah Kemarau


Ilustrasi

Sinjai - Indonesia sedang berada di musim kemarau. Namun, ada anomali banjir di sejumlah daerah.
Banjir antara lain terjadi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara; Agam, Sumatera Barat; dan Sinjai, Sulawesi Selatan. Warga di daerah terdampak sampai harus mengungsi.

"Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Sinjai kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Banjir bandang di Kab.Sinjai itu terjadi saat Indonesia berada di musim kemarau. Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan pendangkalan aliran sungsi hingga menyebabkan luapan air ke permukiman warga.

Banjir di Sinjai

Banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah kantor instansi pemerintahan juga ikut tergenang, termasuk rumah jabatan (Rujab) Bupati Sinjai.

"Sejumlah kantor pemerintah tergenang banjir setinggi 40 sentimeter hingga 1 meter. Rujab juga, tinggi banjir 40 sentimeter," ujar Analis Bencana BPBD Sinjai Andi Octave Amier kepada matacelebes, Minggu (19/7).

Banjir itu terjadi di Balangnipa, Biringere, Bongki, Kecamatan Sinjai Utara pada Minggu (19/7) sekitar pukul 03.00 Wita. Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (18/9) sekitar pukul 23.00 Wita.

Hujan memicu air Sungai Tangka dan anak Sungai Bonto pare meluap hingga  merendam perumahan warga.

"Aliran sungai itu melewati Kota Sinjai. Akibatnya beberapa ruas jalan, ratusan rumah warga, fasilitas perkantoran, sekolah, masjid, dan fasilitas olahraga terendam banjir," katanya.

Peringatan Cuaca BMKG

BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat.
Pihak Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada dengan kemungkinan bencana. Warga juga diingatkan untuk memantau pembaruan informasi dari sumber resmi.(**)

Posting Komentar

0 Komentar