Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Muharram Menyimpan Berbagai Peristiwa Penting Dalam Sejarah Islam


Bagi umat Islam di seluruh dunia, 1 Muharram atau Muharam bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, tanggal ini menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadikannya sebagai salah satu hari paling mulia dalam kalender keislaman.

Muharram berasal dari kata yang berarti "terlarang" atau "disucikan". Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat (36), bersama Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Pada bulan-bulan tersebut, pertikaian dan peperangan dilarang keras karena memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Swt. Selain menjadi awal tahun Hijriah, 1 Muharram juga dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar yang dialami para nabi serta sejumlah keutamaan yang menjadikannya sebagai momentum penting untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri.

Deretan Peristiwa Besar Para Nabi di Bulan Muharram
Dikutip dari NU Online, bulan Muharram menyimpan sejumlah peristiwa agung yang dialami para nabi. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan dakwah para utusan Allah SWT.

Pada bulan Muharram, Nabi Adam AS menerima pengampunan dari Allah SWT setelah beratus-ratus tahun memohon ampunan sejak diturunkan dari surga ke bumi.

Nabi Idris AS juga disebut diangkat ke tempat yang tinggi oleh Allah Swt sebagai bentuk kemuliaan atas sifat belas kasih dan ketakwaannya.

Peristiwa penting lainnya adalah ketika Nabi Nuh AS turun dari bahteranya setelah banjir besar yang melanda bumi berakhir. Kapal yang ditumpanginya bersandar di Bukit Judi pada bulan Muharram.

Muharram juga menjadi bulan ketika Nabi Ibrahim AS diselamatkan Allah SWT dari kobaran api yang dinyalakan Raja Namrud. Atas kehendak Allah, api yang semula ditujukan untuk membinasakannya berubah menjadi dingin dan tidak membahayakan.

Salah satu peristiwa paling terkenal adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Allah Swt membelah Laut Merah sehingga Nabi Musa dan pengikutnya dapat menyeberang, sementara Firaun beserta pasukannya ditenggelamkan.

Nabi Yusuf AS juga mengalami peristiwa penting pada bulan Muharram, yakni saat beliau dikeluarkan dari sumur tempat dirinya dibuang oleh saudara-saudaranya. Pada kemudian hari, Nabi Yusuf dipertemukan kembali dengan keluarganya.

Nabi Ya'qub AS mendapatkan kembali penglihatannya setelah sebelumnya mengalami kebutaan dan akhirnya dipertemukan dengan putranya, Nabi Yusuf AS. 

Muharram juga dikaitkan dengan kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penyakit yang telah lama dideritanya.
Selain itu, Nabi Yunus AS diselamatkan oleh Allah Swt dan dikeluarkan dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya dalam waktu yang lama.

Dalam sejumlah riwayat juga disebutkan Nabi Isa AS lahir pada bulan Muharram.
Nabi Daud AS memperoleh pengampunan dari Allah Swt atas kesalahan yang pernah dilakukannya.

Muharram Disebut Syahrullah atau Bulan Allah
Salah satu keistimewaan terbesar bulan Muharram adalah penyebutannya secara langsung oleh Rasulullah SAW sebagai Syahrullah atau Bulan Allah. Tidak ada bulan lain yang memperoleh kehormatan serupa.

Bahkan bulan Ramadan yang memiliki banyak keutamaan tidak pernah disebut secara langsung dengan nisbah kepada Allah SWT, sebagaimana Muharram. NU Online menjelaskan Muharram disebut Syahrullah karena dua alasan utama. 

Pertama, pada bulan ini diharamkan pertumpahan darah dan pembunuhan.
Kedua, Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Penyandaran nama bulan ini kepada Allah Swt menunjukkan kedudukan dan kemuliaannya yang sangat tinggi.

Keistimewaan lainnya terletak pada sejarah penamaannya. Seluruh nama bulan Hijriah merupakan warisan yang sudah dikenal sejak masa Jahiliah. Namun, Muharram memiliki sejarah berbeda karena pada masa Jahiliah bulan ini dikenal dengan nama Shafar Awwal dan kemudian berubah menjadi Muharram setelah Islam datang.

Puasa Muharram Menjadi Puasa Terbaik Setelah Ramadhan
Keutamaan lain yang sangat dikenal umat Islam adalah anjuran berpuasa di bulan Muharram. 
Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah RA puasa terbaik setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.

Puasa Muharram memiliki kedudukan istimewa karena dilakukan pada awal tahun Hijriah. Mengawali tahun baru dengan ibadah puasa dipandang sebagai salah satu bentuk penghambaan terbaik kepada Allah Swt.

Dalam berbagai riwayat juga disebutkan pahala puasa di bulan Muharram sangat besar. Bahkan puasa sehari di bulan ini disebut memiliki keutamaan yang sangat tinggi sehingga menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.

Muharram Menjadi Momentum Pengampunan Dosa
Di antara fadilah terbesar bulan Muharram adalah dipilihnya bulan ini sebagai salah satu momentum pengampunan dosa bagi umat Islam. 

Oleh karena itu, 1 Muharram tidak hanya dipandang sebagai pergantian kalender, tetapi juga menjadi momen hijrah spiritual untuk meninggalkan keburukan dan memulai kehidupan yang lebih baik.

Para ulama menganjurkan umat Islam menyambut tahun baru Hijriah dengan memperbanyak doa, melakukan muhasabah atau introspeksi diri, serta memperbarui niat untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Semangat tersebut sejalan dengan makna hijrah yang mengajarkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah Swt.

1 Muharram Menjadi Awal Kalender Islam
Keistimewaan 1 Muharram juga tidak dapat dilepaskan dari perannya sebagai awal penanggalan Islam. Sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi dasar penetapan kalender Hijriah.

Para sahabat kemudian memilih Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam karena memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa hijrah. Hijrah menjadi simbol perubahan besar dalam sejarah Islam.

Peristiwa tersebut memisahkan antara kebenaran dan kebatilan serta menjadi awal terbentuknya masyarakat Islam yang kuat dan berdaulat. Karena itulah, 1 Muharram tidak hanya memiliki makna administratif sebagai awal tahun, tetapi juga menjadi simbol perjuangan, perubahan, dan pembangunan peradaban Islam.

Hari Asyura Menjadi Puncak Keutamaan Muharram
Keistimewaan bulan Muharram mencapai puncaknya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Dalam berbagai riwayat disebutkan pada hari tersebut Allah Swt memberikan pertolongan dan keajaiban kepada sejumlah nabi.

Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.

Melihat hal tersebut, Rasulullah SAW menegaskan umat Islam lebih berhak mengikuti sunnah Nabi Musa AS. Oleh karena itu, beliau menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada hari Asyura.

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah RA yang menyebutkan puasa pada tanggal 10 Muharram dapat menghapus dosa-dosa selama setahun yang telah lalu. Untuk membedakan praktik umat Islam dengan kaum Yahudi, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa Tasua pada 9 Muharram.

Di balik seluruh keistimewaan 1 Muharram, terdapat pesan mendalam yang terus relevan sepanjang zaman, yaitu semangat hijrah. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Semangat hijrah mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta membangun kehidupan yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Oleh karena itu, 1 Muharram menjadi pengingat abadi tentang pentingnya ketabahan, keimanan, dan tekad untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar