Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

10 Negara Ini Paling Menderita, Bumi Telah Mulai Kehabisan Air


Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dunia telah memasuki era baru krisis air global yang disebut sebagai water bankruptcy atau "kebangkrutan air".
Kondisi ini menggambarkan situasi ketika ketersediaan air alami tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat.

Sungai dan Air Tanah Mulai Menyusut

Laporan terbaru PBB menunjukkan bahwa curah hujan tahunan dan aliran sungai di banyak wilayah kini tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan air. Akibatnya, banyak negara mulai mengandalkan cadangan air tanah.

Sekitar 70% akuifer besar dunia dilaporkan mengalami penurunan volume yang mana sebagian penurunan ini bahkan diperkirakan sulit dipulihkan. Penyusutan ini mengantarkan bumi pada krisis air yang mengkhawatirkan.

Berikut 10 negara dengan akses air minum dasar terendah:

Daftar Negara dengan Akses Air Minum Dasar Terendah di Dunia
Persentase Akses Air Minum Dasar (%)

Palestine                                       18.11

Democratic Republic Congo       25

Central African Republic            30.17

Ethiopia                                         38.28

Pakistan                                         40

Chad                                               45.75

Niger                                               48.9

Yemen                                            50

Iraq                                                  61.36

Sekitar tiga dari empat orang kini tinggal di negara yang mengalami kekurangan air, polusi air, atau kekeringan. Selain itu, sekitar 4 miliar orang menghadapi kelangkaan air setidaknya satu bulan setiap tahun.

Penyebab utama krisis ini adalah perubahan iklim dan aktivitas manusia yang semakin bertambah. Para peneliti menilai terdapat dua faktor utama yang memperparah krisis air global.

 Faktor tersebut adalah ekspansi kota dan pertanian ke wilayah kering dan perubahan iklim yang meningkatkan suhu, mempercepat penguapan, dan membuat pola hujan semakin tidak menentu.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Krisis air tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Kekurangan air bisa memicu migrasi, konflik, hingga ketidakstabilan politik.

Melansir dari Earth, aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi di Iran didorong oleh kelangkaan air di negara tersebut. Ketika sistem air gagal, mata pencaharian masyarakat ikut terganggu, terutama di sektor pertanian. Selain itu, terganggunya sektor pertanian juga berdampak langsung pada pemenuhan pangan suatu negara.

Solusi: Kelola Air Lebih Realistis

PBB menilai solusi utama bukan sekadar teknologi baru, tetapi pengelolaan air yang lebih realistis. Para peneliti menekankan pentingnya pengukuran konsumsi air secara luas, mulai dari rumah tangga hingga sektor industri dan pertanian, agar kebijakan pengelolaan air bisa lebih efektif.

Jika tidak ada upaya perubahan signifikan, dunia berisiko terus menguras "tabungan air" tanpa kepastian pengisian kembali. Kondisi tersebut akan memperdalam krisis air global dalam beberapa dekade mendatang.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar