Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran sebesar Rp278,6 miliar untuk pembangunan dan perbaikan 20 ruas jalan yang tersebar di berbagai daerah kabupaten dan kota. Program peningkatan infrastruktur tersebut turut menyasar kawasan Luwu hingga wilayah Toraja.
Rencana pembangunan jalan tersebut masuk dalam proyek Penanganan Preservasi Jalan Paket 6 yang resmi memasuki proses lelang sejak 7 Januari 2026. Proyek ini merupakan bagian dari skema Multi-Year Project (MYP) Pemprov Sulsel yang dibiayai melalui APBD tahun anggaran 2026–2027 dengan total pagu mencapai Rp278.632.760.143.
Dalam paket Preservasi Jalan Paket 6, terdapat 20 titik pekerjaan dengan panjang keseluruhan mencapai 157,49 kilometer. Pelaksanaan proyek berada di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kondisi dan kemantapan jaringan jalan provinsi pada sejumlah jalur strategis yang menghubungkan kawasan utara, tengah, selatan, hingga wilayah metropolitan Sulawesi Selatan.
“Preservasi jalan paket 6 merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kemantapan jalan provinsi secara merata di seluruh wilayah, agar tetap berfungsi optimal sekaligus mendukung kelancaran aktifitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Kabid Jalan Dinas BMBK Sulsel Irawan dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Adapun lokasi pekerjaan tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Pinrang, Maros, serta wilayah perkotaan seperti Kota Palopo dan Kota Makassar. Ruas jalan yang ditangani mencakup jalur penghubung antarwilayah pegunungan Toraja, kawasan pesisir selatan, hingga akses vital di pusat kota dan kawasan penyangga metropolitan Mamminasata.
Di wilayah Sulsel bagian utara, penanganan difokuskan pada sejumlah ruas strategis, antara lain ruas perbatasan Toraja Utara–Pantilang–Bua, Tedong Bonga–Buntao hingga batas Luwu, Pantilang–Bonglo menuju perbatasan Kota Palopo, serta beberapa jalur pendukung di sekitar Rantepao, Pangala, dan Baruppu hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat. Proyek ini juga mencakup peningkatan akses menuju Bandara Pongtiku serta jalur penghubung penting antara wilayah Toraja dan Luwu.
Sementara itu, di wilayah tengah dan selatan Sulawesi Selatan, pekerjaan preservasi dilakukan pada ruas-ruas penghubung Jeneponto dan Bantaeng, termasuk koridor Boro–Loka serta Sinoa–Bantaeng.
Untuk kawasan metropolitan, pekerjaan mencakup ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya hingga perbatasan Kabupaten Maros, batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah, serta sejumlah jalan utama di pusat Kota Makassar seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Dr Ratulangi.
Secara umum, ruang lingkup kegiatan dalam paket ini meliputi pekerjaan awal, penyusunan Detail Engineering Design (DED), pelaksanaan konstruksi fisik dengan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), serta pemeliharaan setelah konstruksi rampung.
Dari sisi teknis, pekerjaan diarahkan pada rekonstruksi jalan, pemeliharaan berkala, serta perawatan rutin guna memastikan kualitas layanan jalan tetap terjaga dalam jangka panjang. Melalui program ini, Pemprov Sulsel menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah, kelancaran arus distribusi barang dan jasa, serta penguatan aksesibilitas masyarakat.
Program preservasi jalan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kemantapan infrastruktur jalan provinsi agar terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Pemprov Sulsel

0 Komentar