Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Banjir Bandang Menerjang Kalimantan Selatan, Pasca banjir Sumatera Masih dalam kondisi Darurat



Saat situasi di Sumatra masih belum sepenuhnya pulih dari  bencana alam, wilayah Kalimantan kini menghadapi tantangan baru dengan curah hujan ekstrem yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) sejak dini hari Sabtu 27/12/2025

Hujan deras yang terus-menerus selama berjam-jam menyebabkan limpasan air dari sungai-sungai dan lahan basah, yang kemudian meluas menjadi banjir yang merendam sejumlah daerah di provinsi ini.

Dari rekaman video yang mulai beredar di platform media sosial dan viral berbagai sumber, terlihat kondisi yang mengkhawatirkan di salah satu kabupaten yang paling terkena dampak, yaitu Kabupaten Balangan. 

Banjir bandang yang tiba dengan cepat mengepung wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, khususnya di Desa Sungsum dan Desa Gunung Batu. Air banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian yang terus meningkat, bahkan mencapai lebih dari 1,5 meter di beberapa titik, sehingga memaksa ratusan jiwa warga untuk menyelamatkan diri dengan naik ke atas atap rumah.

Rekaman video yang dicatat warga setempat, terlihat beberapa keluarga berdiri rapat di atas atap, membawa barang-barang berharga dan hewan peliharaan mereka. Beberapa orang terlihat memanggil bantuan dengan berteriak atau mengibarkan kain untuk menarik perhatian tim penyelamat. 


Beberapa warga yang berhasil mendapatkan akses komunikasi melaporkan bahwa mereka telah terjebak selama lebih dari empat jam tanpa bantuan langsung, karena jalan-jalan yang terendam membuat kendaraan penyelamat sulit menjangkau lokasi.

“Air tiba dengan cepat, kita tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Kita cuma bisa bawa anak-anak dan beberapa pakaian, lalu naik ke atap. Hujan masih turun dan air belum surut,” ujar salah satu warga Desa Sungsum yang menyampaikan keterangan melalui telepon seluler, yang masih bisa terhubung secara terbatas.

Setelah mendapatkan laporan, Pemerintah Kabupaten Balangan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel segera mengaktifkan tim penyelamatan darurat. Namun, kondisi jalan yang tergenang air dan curah hujan yang masih berlangsung membuat operasi penyelamatan menghadapi kendala. 

Tim penyelamat menggunakan perahu karet dan kapal kecil untuk menjangkau wilayah yang terisolasi, meskipun kecepatan gerakan terbatas akibat arus air yang cukup kuat.

“Kami sedang melakukan upaya penyelamatan sepenuhnya. Saat ini, tim telah mencapai beberapa titik di Desa Sungsum dan mulai mengevakuasi warga ke tempat penampungan sementara yang telah disiapkan di sekolah dasar di Kecamatan Tebing Tinggi. 

Namun, kondisi cuaca yang buruk dan arus air yang kencang masih menjadi hambatan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Balangan dalam keterangan singkat yang diterima pada sore hari ini.

Tempat penampungan sementara di sekolah dasar tersebut telah disiapkan dengan bantuan relawan dan dinas sosial, menyediakan makanan, minuman, dan tempat tidur sederhana untuk warga yang berhasil dievakuasi. 

Sampai saat rilis ini dibuat, jumlah warga yang telah dievakuasi mencapai sekitar 250 jiwa, meskipun diperkirakan masih banyak lagi yang terjebak di atas atap rumah dan wilayah lain yang belum terjangkau.

Pemerintah Provinsi Kalsel juga telah mengirimkan bantuan tambahan berupa perlengkapan penyelamatan, makanan, dan obat-obatan ke Kabupaten Balangan. Selain itu, dinas kesehatan juga telah menyiapkan tim medis untuk menangani warga yang mungkin mengalami masalah kesehatan akibat terjebak banjir, seperti flu, demam, atau luka akibat kecelakaan saat menyelamatkan diri.

Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menerbitkan peringatan cuaca buruk untuk sebagian wilayah Kalsel, dengan perkiraan curah hujan deras yang masih berlangsung hingga malam hari Sabtu. Hal ini membuat khawatir bahwa banjir akan semakin meluas atau air tidak akan segera surut, yang berpotensi meningkatkan jumlah warga yang terkena dampak (**)

matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar