Masamba matacelebes - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang selaku Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (TKPSDA WS) Pompengan Larona menggelar Sidang terkait banjir sungai baliase, banjir sungai masamba dan banjir sungai rongkong di aula Laga Ligo Kantor Bupati Luwu Utara Kota Masamba. 02/07/2026
Sebelum kegiatan Sidang dilangsungkan para anggota TKPSDA WS.Pompengan Larona yang di dampingi PPK Tata Guna Air BBWS Pompengan Jeneberang, Areani.ST.MT serta Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Luwu utara, Rahayu.ST mengunjungi ketiga Sungai tersebut untuk melihat langsung penyebab dan dampak yang di timbulkan.
Nampak realisasi pelaksanaan pengerukan sedimen dan pekerjaan Pembangunan tanggul penahan banjir di sungai Baliase yang selama ini dianggap penyebab banjir pada 3 kecamatan di area tersebut.
Adapun pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Penguatan tebing di Sungai Masamba masih sementara berlangsung yang di laksanakan BBWS - Pompengan Jeneberang.
Acara Sidang TKPSDA WS.Pompengan Larona diawali kata sambutan dari Bapak Bupati Luwu utara, Andi Abdullah Rahim dengan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala BBWS Pompengan Larona serta kepada peserta sidang yang hadir di aula Laga Ligo mensukseskan agenda sidang yang membahas banjir sungai Baliase, banjir Sungai Masamba dan banjir sungai Rongkong.
Kabupaten Luwu utara merupakan Kabupaten yang terluas di Propinsi Sulawesi selatan dengan kondisi Topografi terdiri dataran rendah dan wilayah pesisir serta daerah ketinggian dengan estimasi ketinggian diatas 500 meter dari permukaan laut.
Dengan potensi luas wilayah, Kabupaten Luwu utara mendukung Swasembada pangan yang merupakan Asta Cita Bapak Presiden, Luwu utara saat ini menargetkan Cetak Sawah seluas 20.000 hektar.
Selain potensi pertanian potensi kelapa sawit, Peternakan dan Perikan serta Pertambangan juga dapat di kembangkan.
Untuk meningkatkan Ketahanan Pangan menuju Swasembada Pangan khususnya pada Komoditi beras ada berbagai permasalahan yang harus di tuntaskan antara lain masalah banjir yang hampir terjadi di seluruh wilayah dataran, hal ini di pengaruhi oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi serta aliran sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan di hilir.
Selanjutnya Bapak Kepala BBWS - Pompengan Jeneberang, Heriantono Walujadi memberikan sambutannya di depan para peserta sidang.
Dengan Potensi Luas wilayah Pertanian pada Wilayah Sungai Pompengan Larona khususnya Kabupaten Luwu utara serta tantangan yang bisa mengancam produksi masyarakat,maka kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan bekerja keras hingga bisa ikut berkontribusi.
Mengingat kondisi Luwu utara yang masih menghadapi risiko banjir yang tinggi,khususnya di wilayah yang berada di sepanjang Sungai Masamba, Sungai Rongkong dan Sungai Baliase di mana kejadian banjir telah berdampak pada ribuan rumah dan Kepala Keluarga di beberapa Kecamatan.
Maka kami harapkan pada peserta sidang dalam membahas banjir sungai baliase, banjir sungai masamba dan banjir sungai rongkong tetap fokus pada 3 pilar, Konservasi, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian Daya Rusak Air
Setelah Heryantono Walujadi memberi kata sambutan, Ketua TKPSDA WS Pompengan Larona Ishak Amin Rusli,
Mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, membuka acara Sidang TKPSDA WS.Pompengan Larona Tahun 2026.
"Pembahasan Isu Strategis Terkait Banjir Sungai Rongkong, Banjir Sungai Baliase, Banjir Sungai Masamba"
Agenda Sidang ini menjadi forum koordinasi para pemangku kepentingan dalam merumuskan berbagai rekomendasi strategis terkait pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Pompengan Larona yang melintasi Provinsi Sulawesi selatan, Sulawesi Tengah Dan Sulawesi Tenggara.(**)
Author : Candra Tom
0 Komentar