Jakarta - Nilai tukar rupiah diketahui terus melemah hingga menembus angka Rp18.000 per dolar AS sejak Rabu (3/6/2026) lalu,kondisi ini disikapi, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai melemahnya nilai tukar rupiah dan berbagai persoalan dalam negeri disebabkan oleh tata negara yang tidak berjalan baik.
Pernyataan ini disampaikan Hasto saat peringatan hari lahir presiden pertama RI, Soekarno, ke-125 pada Sabtu (6/6/2026).
Hasto menilai pelemahan rupiah, tekanan terhadap sektor riil, serta berbagai kasus korupsi yang terjadi adalah dampak dari tata kelola pemerintahan yang tidak berjalan dengan baik.
"Melemahnya rupiah, turunnya indeks harga saham, dan geliat sektor riil yang mengalami tekanan, serta berbagai kasus korupsi atas kebijakan populis adalah buah tata kelola negara yang tidak berjalan baik," kata Hasto dalam siaran pers pada Sabtu
Hasto menekankan kondisi ini dipengaruhi sistem hukum yang memberi celah bagi praktik ketidak adilan. Untuk itu, Hasto mengingatkan semangat Soekarno sebagai proklamator dalam melawan kolonialisme dan ketidakadilan.
"Bung Karno menegaskan bahwa yang dilawan rakyat Indonesia bukanlah orang-orang Belanda, melainkan suatu nafsu yang mengisap dan menyengsarakan," katanya.
Dia menekankan agar Indonesia berpedoman pada Trisakti Bung Karno dalam aspek hukum dan perekonomian. Trisakti Bung Karno terdiri atas prinsip kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
"Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa yang kuat untuk menghadapi sistem yang melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa," kata Hasto (**)
Redaksi
0 Komentar