Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Daerah Yang Tidak Serius Menjalankan Program Cetak Sawah Akan Dialihkan Anggarannya Ke Daerah Lain.


Foto:Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke lokasi bencana Lhoksemauwe,Aceh.

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan, daerah yang tidak menunjukkan komitmen dalam menjalankan program strategis pertanian akan dievaluasi, bahkan akan mengalihkan anggaran ke daerah lain apabila tidak serius menjalankan program cetak sawah sebagai bagian dari penguatan produksi dan swasembada pangan nasional.

“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nol kan anggarannya, Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab,” kata Mentan dikutip dari Antara, Rabu (25/2/2026).

Amran mengungkapkan, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam bentuk produksi nyata di lapangan.

Karena itu, bantuan dan dukungan pemerintah akan diprioritaskan kepada daerah yang menunjukkan capaian positif. Sementara daerah dengan progres rendah akan ditahan sementara hingga mampu memperbaiki kinerjanya.

“Tolong seluruh Dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi kabupaten dan provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke provinsi lain, kabupaten lain,” ujarnya.

Amran menegaskan, langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah agar program pertanian berjalan optimal dan tidak membebani daerah yang belum siap.

“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Dari pada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucapnya.

Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional menekankan bahwa program cetak sawah tidak boleh kendur. Ia menginstruksikan seluruh kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk terus memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta program strategis lainnya.

“Momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, cetak sawah merupakan fondasi utama keberlanjutan swasembada. Pada 2025, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare. Sementara pada 2026, targetnya ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.

Menurut Amran, jika program tersebut dikombinasikan dengan optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, maka swasembada pangan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia mengevaluasi progres cetak sawah di setiap provinsi dan meminta seluruh daerah melaporkan perkembangan signifikan hingga akhir Maret 2026.

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar