Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Satu Juta Sanksi dalam Setahun: Pesan Keras Xi Jinping untuk "Harimau dan Lalat"



BEIJING – Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling berdarah bagi para koruptor di China. Dalam sebuah langkah yang menegaskan cengkeraman "nol toleransi" Presiden Xi Jinping, otoritas disiplin partai melaporkan telah menjatuhkan sanksi kepada hampir satu juta orang—tepatnya 983.000 individu—dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah sinyal bahaya bagi siapa pun di dalam Partai Komunis China, mulai dari birokrat desa hingga elit di Beijing.

"Harimau" yang Tumbang
Laporan resmi Komisi Inspeksi Disiplin Pusat (CCDI) yang dirilis awal tahun ini menyoroti satu angka krusial: 69 pejabat tinggi. Mereka adalah "harimau"—istilah Xi untuk pejabat berkuasa setingkat menteri atau pimpinan provinsi—yang akhirnya jatuh ke dalam jaring operasi pembersihan. Penindakan tegas terhadap 69 nama besar ini mematahkan anggapan bahwa posisi tinggi adalah pelindung dari jerat hukum.

Secara total, lebih dari satu juta kasus telah diselidiki sepanjang tahun. Skala operasi ini menunjukkan bahwa kampanye "pembersihan diri" yang diluncurkan Xi lebih dari satu dekade lalu tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, bahkan justru semakin intensif menjelang periode rencana lima tahunan berikutnya.

Pertaruhan Partai
Bagi Presiden Xi Jinping, korupsi bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman eksistensial. Dalam pidato terbarunya, ia kembali menegaskan bahwa korupsi adalah "kanker" yang dapat menggerogoti legitimasi Partai Komunis dan menghambat pembangunan nasional.

"Tidak ada tempat untuk bersembunyi," demikian pesan yang tersirat dari masifnya angka penindakan tahun ini. Baik itu suap, penyalahgunaan wewenang, atau gaya hidup mewah yang berlebihan, semuanya kini berada di bawah mikroskop pengawasan negara yang semakin canggih.

Bagi para pengamat, data tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinan Xi, perang melawan korupsi adalah kampanye tanpa akhir—sebuah "revolusi diri" yang dirancang untuk menjaga kemurnian ideologi partai sekaligus mengamankan loyalitas politik di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Pencarian: China's Biggest Corruptor Executed!

Posting Komentar

0 Komentar