Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Cermin dari utara Belajar dari Taiwan yang mencetak Raja Chip Dunia


      Ilustrasi

Di tengah ambisi Indonesia merekrut "otak terbaik dunia" secara instan, ada baiknya pemerintah menengok ke utara, tepatnya ke Taiwan. Pulau kecil yang miskin sumber daya alam ini tidak memilih jalan pintas dengan sekadar mengimpor bos asing untuk memimpin industrinya. Sebaliknya, mereka memilih jalan sunyi yang jauh lebih terjal namun terbukti membuahkan hasil: investasi radikal pada otak anak bangsanya sendiri.

Pada tahun 1970-an, ketika Taiwan ingin bertransformasi dari pertanian ke teknologi, pemerintah mereka tidak menyerahkan kunci industri strategis kepada eksekutif asing. Melalui lembaga riset Industrial Technology Research Institute (ITRI), Taiwan justru mengirimkan insinyur-insinyur muda lokal ke Amerika Serikat (salah satunya ke fasilitas RCA) untuk "mencuri ilmu".

Misi mereka jelas: pergi untuk belajar, lalu pulang untuk membangun.
Pemerintah Taiwan memberikan karpet merah, bukan bagi CEO asing semata, melainkan bagi diaspora mereka—seperti Morris Chang—untuk kembali dan memberdayakan talenta lokal yang telah disiapkan lewat sistem pendidikan yang ketat. Hasilnya adalah TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), raksasa chip yang kini mengendalikan detak jantung teknologi dunia.

Taiwan membuktikan bahwa "otak terbaik" bisa diciptakan, bukan hanya dibeli.
Jika Danantara dan pemerintah Indonesia hanya fokus pada impor pemimpin tanpa skema transfer of knowledge yang masif dan pembenahan kurikulum pendidikan vokasi yang serius, maka Indonesia berisiko hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Strategi impor CEO mungkin akan memoles laporan keuangan BUMN dalam jangka pendek, namun tanpa memupuk "Morris Chang" versi Indonesia, kemandirian ekonomi yang dicita-citakan hanyalah ilusi.

Pertanyaannya kini bagi pemerintahan Presiden Prabowo: Apakah CEO asing ini didatangkan untuk menjadi "guru" yang mewariskan ilmu, atau sekadar "mandor" yang melanggengkan ketergantungan kita pada manajemen luar?

matacelebes

Posting Komentar

0 Komentar