Jakarta - Ada sejumlah faktor yang bisa menentukan kenikmatan dari setiap seduhan kopi. Misalnya jenis kopi, proses penyajian biji, faktor lingkungan, iklim, suhu atau kelembaban. Walaupun jenis kopinya sama namun jika ditanam di wilayah berbeda bisa menghasilkan cita rasa kopi dengan rasa dan aroma yang berbeda.
Peneliti IPB sekaligus Pakar Genetika Ekologi, Prof Ronny Rachman Noor menjelaskan adanya perbedaan ini dikenal dengan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Tidak hanya itu, Prof Ronny juga memberikan tips menikmati kopi yang nikmat mulai dari memperhatikan suhu, jenis kopi, hingga proses penyeduhan.
Ini Penjelasan Pakar Perhatikan rasio, jenis, suhu air Faktor yang bisa menambah kenikmatan pada seduhan kopi terletak pada rasio, jenis dan suhu air yang tepat.
“Tanpa perbandingan yang pas, kita tidak akan menghasilkan kopi yang nikmat.” ungkapnya
Ronny juga menambahkan jika rasa kopi yang dihasilkan juga dipengaruhi dari jenis air yang digunakan. Ia menegaskan jika air tersebut enak untuk dikonsumsi maka air itu layak digunakan untuk menyeduh kopi.
Tidak hanya itu, suhu dalam membuat kopi juga perlu diperhatikan. Suhu yang dianjurkan dalam menghasilkan kopi yang nikmat berkisar antara 91-96 derajat celcius. Suhu air terbaik untuk membuatnya juga mendekati 96 derajat Celcius. Sayangnya masih banyak yang keliru dalam menyeduh kopi.
Biasanya sejumlah orang menyeduh dengan air mendidih atau yang suhunya 100 derajat Celcius.
Air mendidih ini bisa merusak dan menurunkan kualitas kandungan kopi. Sementara suhu yang kurang dari 91 derajat Celcius tidak dapat mengekstrak kandungan kopi secara maksimal.
Tidak hanya memperhatikan suhu, jenis serta rasio dalam membuat kopi. Hal yang perlu diketahui dalam membuat kopi juga memperhatikan kehalusan bubuk kopi. Sebelum menyeduh kopi, maka pastikan biji kopi yang ingin diseduh memiliki kehalusan bubuk kopi yang ideal.
Semakin halus ukuran kopi giling, maka akan semakin luas permukaannya yang akan terekspos dengan air panas.
Ronny membeberkan, ukuran butiran kopi giling yang terlalu halus juga akan membuat butiran kopi ini terekspos dengan air panas lebih lama. Akibatnya, bagian kopi yang tidak diinginkan bisa ikut terekstrak dan menyebabkan rasa serta aroma kopi menjadi lebih pahit.
Dengan menyeduh menggunakan biji kopi yang telah disangrai dengan lebih halus, maka akan menghasilkan rasa kopi dan aroma yang konsisten.
Selain itu, pastikan kamu juga memperhatikan durasi penyeduhan. Jika waktu penyeduhan terlalu singkat, komponen dan aroma kopi yang telah disangrai ini tidak akan semua terekstraksi.
Sebaliknya, jika terlalu lama komponen yang tidak diinginkan akan ikut terekstraksi.(**)
0 Komentar