Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kabupaten Sidrap Telah Memanfaatkan Pompa Irigasi Tenaga Surya pada enam Kecamatan


ilustrasi

Sidrap - Petani di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mendapatkan solusi pengairan sawah yang lebih hemat energi melalui inovasi pompa irigasi berbasis panel surya.

Teknologi tersebut dikembangkan Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap.

Jarak dari Desa Talumae ke Universitas Muhammadiyah Parepare sekitar 34 kilometer atau ditempuh sekitar 56 menit menggunakan kendaraan.

Inovasi tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian nonrawa, terutama sawah yang mengandalkan curah hujan atau tadah hujan.

Selama ini, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan bagi petani dalam menjaga keberlangsungan budidaya padi, khususnya ketika hujan tidak turun secara teratur.

Melalui riset RISPRO, tim peneliti Umpar bersama Kelompok Tani Mattirodeceng Wali-Wali membangun dan menguji prototipe pompa irigasi tenaga surya di lahan percontohan seluas satu hektare.

Penelitian ini menggabungkan pemanfaatan energi matahari dengan sistem pemompaan air dari sumur bor untuk membantu mengairi lahan pertanian.

Dr Rahmawati, peneliti Universitas Muhammadiyah Parepare, menjelaskan bahwa sistem tersebut menggunakan sembilan panel surya dengan kapasitas total 5,31 kilowatt peak (kWp).

Panel surya itu menjadi sumber energi untuk mengoperasikan pompa air berdaya tiga horsepower (HP).

Sistem tersebut juga dilengkapi sumur bor sedalam 60 meter sebagai sumber air untuk kebutuhan pengairan sawah.

“Hasil pengujian awal menunjukkan debit sekitar enam meter kubik per jam dengan operasi hingga sekitar delapan jam per hari,” kata Rahmawati.

Dengan debit tersebut, pompa secara teoritis dapat mengalirkan sekitar 48 meter kubik air selama delapan jam operasi, apabila debit tetap stabil sepanjang waktu.

Air yang dipompa kemudian dapat dialirkan ke lahan melalui jaringan distribusi irigasi yang disesuaikan dengan kondisi sawah.

Penggunaan panel surya memungkinkan pompa memanfaatkan energi matahari sehingga ketergantungan pada listrik jaringan atau bahan bakar untuk menggerakkan pompa berpotensi dikurangi.

Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada intensitas sinar matahari, kondisi sumber air, kebutuhan air tanaman, serta kemampuan sistem menyimpan atau menyalurkan energi saat cuaca berubah.

Bagi petani, teknologi ini diharapkan menjadi alternatif untuk menjaga ketersediaan air, terutama pada fase pertumbuhan padi yang membutuhkan pengairan memadai.

Riset tersebut tidak hanya berfokus pada penggunaan pompa, tetapi juga mengintegrasikan energi surya, kebutuhan air tanaman, sistem hidrolik, dan pengelolaan oleh kelompok tani.

Konsep yang dikembangkan dikenal sebagai energy-water balance, yakni pendekatan yang menghubungkan ketersediaan energi dengan kebutuhan dan distribusi air untuk pertanian.

Pengembangan sistem ini diharapkan mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan sekaligus membantu memperkuat ketahanan pangan.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyambut baik pengembangan pompa irigasi berbasis panel surya tersebut.

Ia mengatakan, perluasan pemanfaatan teknologi itu di lahan pertanian tadah hujan telah menjadi bagian dari target pengembangan pertanian di Sidrap.

“Nanti ini kita perbanyak di sawah tadah hujan dan sudah beberapa titik kita siapkan,” kata Syaharuddin saat dihubungi media  Senin (19/10/2026).

Syaharuddin yang juga menjabat Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan itu menyebut sejumlah kecamatan telah dipetakan sebagai lokasi awal pengembangan pompa irigasi tenaga surya.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pitu Riase, Pitu Riawa, Watang Pulu, Watang Sidenreng, Tellu Limpoe, dan Panca Lautang.

Perluasan ini diharapkan dapat membantu petani di wilayah yang membutuhkan dukungan pengairan, khususnya ketika pasokan air dari hujan terbatas.

Meski demikian, penerapan teknologi di setiap lokasi perlu mempertimbangkan potensi sumber air, luas lahan yang akan diairi, kebutuhan air tanaman, serta biaya pembangunan dan pemeliharaan peralatan.

Jika pengembangannya berjalan sesuai kebutuhan petani, pompa irigasi tenaga surya berpotensi menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan keandalan pengairan sawah dan mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Sidrap.(*)

Posting Komentar

0 Komentar