Barru - Dengan kondisi Lingkungan yang tak jauh dari bantaran sungai, kampung Ceppaga di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi selatan, menorehkan kisah pilu bagi warga pemukim.
Sejak tahun 1970-an kampung Ceppaga sudah sering digenangi air akibat banjir sungai Ceppaga yang meluap menggerus memasuki perkampungan memaksa warga mengungsi menyelamatkan diri.
Akibat seringnya kampung Ceppaga dilanda banjir, terkikis oleh gerusan erosi hingga menggenangi pemukiman mengakibatkan kampung Ceppaga bergeser kurang lebih 500 meter dari titik awal
Warga pun terpaksa mengungsi dan membangun rumah baru di daerah ketinggian di pinggir pegunungan sekitar kampung.
“Sekitar 40 tahun lalu, sungai mulai menggenangi daratan,hingga Rumah-rumah habis satu per satu. Warga tidak punya pilihan selain naik ke atas, ke kaki gunung,” ujar salah seorang warga
Saat ini erosi Sungai Ceppaga yang telah menelan kampung lama. Potensi aliran sungai yang kian melebar, mengancam saluran irigasi yang berfungsi mengairi sawah warga.
Pihak Pemerintah setempat telah berupaya melaksanakan pemasangan bronjong di tepi sungai untuk mencegah ancaman erosi yang lebih luas. Namun warga menilai penanganan masih bersifat darurat.
“Kalau musim hujan air besar, Bronjong sering jebol. Butuh normalisasi dan tanggul permanen,” katanya
Wargapun berharap sekaligus memohon perhatian serius dari Pemkab Barru, BBWS Pompengan Jeneberang, dan DPRD Sulsel segera melaksanakan pembangunan tanggul penahan banjir di Sungai Ceppaga.(**)
Redaksi
0 Komentar