Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Tergerus Erosi, Kampung Ceppaga Bergeser sekitar 500 Meter.


  Ilustrasi Sungai Ceppaga (Barru)

Barru - Dengan kondisi Lingkungan yang tak jauh dari bantaran sungai, kampung Ceppaga di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi selatan, menorehkan kisah pilu bagi warga pemukim.

Sejak tahun 1970-an kampung Ceppaga sudah sering digenangi air akibat banjir sungai Ceppaga yang meluap menggerus memasuki perkampungan memaksa warga mengungsi menyelamatkan diri.

Akibat seringnya kampung Ceppaga dilanda banjir, terkikis oleh gerusan erosi hingga menggenangi pemukiman mengakibatkan kampung Ceppaga bergeser kurang lebih 500 meter dari titik awal 

Warga pun terpaksa mengungsi dan membangun rumah baru di daerah ketinggian di  pinggir pegunungan sekitar kampung.

“Sekitar 40 tahun  lalu, sungai mulai menggenangi daratan,hingga  Rumah-rumah habis satu per satu. Warga tidak punya pilihan selain naik ke atas, ke kaki gunung,” ujar salah seorang warga

Saat ini erosi Sungai Ceppaga yang telah  menelan kampung lama. Potensi aliran sungai yang kian melebar, mengancam saluran irigasi yang berfungsi mengairi sawah warga.

Pihak Pemerintah setempat telah berupaya melaksanakan pemasangan bronjong  di tepi sungai untuk mencegah ancaman erosi yang lebih luas. Namun warga menilai penanganan masih bersifat darurat. 

“Kalau musim hujan air besar, Bronjong sering jebol. Butuh normalisasi dan tanggul permanen,” katanya

Wargapun berharap sekaligus memohon  perhatian serius dari Pemkab Barru, BBWS Pompengan Jeneberang, dan DPRD Sulsel segera melaksanakan pembangunan tanggul penahan banjir di Sungai Ceppaga.(**)
Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar