Foto: Pedagang di Pasar Terong

Makassar -- Turunnya daya beli masyarakat yang diungkap sejumlah pedagang di Pasar Terong Kota Makassar Sulawesi selatan, Pasar semakin sepi dan pembelian semakin berkurang di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin melemah.

Matacelebes memantau langsung aktivitas jual beli di Pasar Terong pada Sabtu (6/6/2026). Perdagangan jenis kebutuhan pokok seperti daging, sayuran, minyak goreng dan lainnya masih terjadi. Namun rata-rata konsumen mengurangi pembelian dan jumlah konsumen yang datang ke pasar menurun.

Pedagang sayur di Pasar Terong Eman (38 tahun) mengakui ada penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Namun ia tidak bisa memastikan apakah karena dolar yang terus menguat sepenuhnya atau ada faktor lain.

"Nah itu, terasa sekarang daya beli masyarakat itu mulai menurun. Cuma kalau dibilang apa karena dolar, pastinya saya tidak tahu. Tapi pasti salah satunya karena itu," tutur dia.

Sementara dari segi harga, ia menyebut saat ini belum ada kenaikan signifikan dari beberapa komoditas yang biasanya naik. Salah satu yang harganya melambung yakni bawang merah yang kini menyentuh Rp50 ribu per kilogram.

"Normalnya di Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram, sementara sekarang harganya Rp50 ribu per kilogram. Untuk harga lainnya belum ada yang naik, mudah-mudahan jangan naik," ungkap Eman

Eman menyebut stabilnya harga komoditas tak berbanding lurus dengan daya beli masyarakat. Sebab barang yang diambil akan menumpuk mengingat masyarakat kini sebagian mulai tak berbelanja ke pasar.

"Ya kalau barang ada, harganya normal, tapi enggak ada yang beli bagaimana? Ya sama saja kan bermasalah. Harus ada solusinya, kasihan kita yang ada di bawah, pemerintah harus tahu kondisi di pasar," kata Eman

Pedagang lainnya, Hania juga mengeluhkan hal yang sama, yakni daya beli masyarakat kini mulai dirasakan menurun. Ia berharap pemerintah bisa mencari solusi agar dolar tak semakin menguat atas rupiah.

"Ya kita enggak tahu, apakah malas ke pasar karena enggak punya uang dan harga mahal atau juga karena sekarang belanja online.

Cuma yang jelas kan dolar terus naik, mau sampai kapan seperti ini. Kita yang UMKM ini terdampak dolar naik dan penurunan daya beli," kata Hania.
matacelebes