Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Amran Bantah Gudang Kosong,"Antek Asing"Yang Teriak Kurang Beras

Amran Sulaeman menyebut pihak yang menyuarakan kekurangan beras berpotensi mendorong kebijakan impor yang dinilai tidak berpihak pada petani dalam negeri.

    Menteri Pertanian Amran Sulaeman

Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan bila ada pihak yang menyuarakan kekurangan beras, pihak tersebut patut dicurigai lagi berusaha mendorong kebijakan Impor dan hal ini patut dinilai tidak berpihak pada petani dalam negeri, ia juga membantah isu gudang beras kosong di tengah kondisi pasokan nasional.

"Nah, kalau ada yang mengatakan gudang itu tidak ada isinya atau kurang, artinya apa? Kalau kita percaya dia, keputusan kita apa? (Kalau) kurang. Berarti impor, kan? Kalau mau impor, berarti pro pada petani negara lain," ujar Amran di Kawasan Pergudangan Genesis, Karawang, Kamis (23/4/2026)

Ia menjelaskan narasi kekurangan beras dinilai bisa menggiring opini publik agar pemerintah mengambil langkah impor. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut justru menguntungkan produsen beras dari luar negeri dan bukan petani domestik.

"Pro petani negara lain berarti antek asing, Jadi harus dikonstruksi Apa maunya? Apakah tidak sayang petani kita, lagi berbahagia sekarang?" kata dia.

Amran menegaskan kondisi stok beras nasional saat ini justru dalam posisi tinggi, yakni menyentuh 5 juta ton. Ia menyebut fenomena yang terjadi di lapangan bukan kekurangan pasokan, melainkan pasar yang cenderung jenuh.

"Kalau kita lihat, itu menandakan bahwa pasar jenuh. Bahwa horeca (hotel, restoran, catering) dan rumah tangga itu 12 juta-12,5 juta ton, itu tertinggi selama kita ada pengukuran," jelasnya

Menurutnya, tingginya stok di tingkat rumah tangga dan sektor horeca membuat distribusi beras dari pemerintah tidak terserap optimal, meskipun harga telah ditekan.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya ketika penyerapan bantuan pangan masih relatif lebih tinggi. Saat ini, keterisian stok di masyarakat membuat kebutuhan tambahan beras jadi menurun.(**)

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar