Sejumlah wilayah di Indonesia terancam krisis air, khususnya di Pulau Jawa. Hal tersebut menjadi perhatian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per-region (wilayah), ini yang banyak kekurangan air ini ada di pulau Jawa," kata Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin Sabtu (14/3/2026).
Pulau Jawa menjadi wilayah yang dinilai paling banyak kekurangan air. Secara khusus, Dadang menyebut wilayah Jakarta dan Jawa Timur punya isu besar terkait stok air.
Beberapa daerah di Jawa Barat juga mengalami hal serupa. Untuk luar Pulau Jawa, wilayah sekitar Medan, Sumatera Utara, dan Makassar, Sulawesi Selatan, ikut menjadi perhatian.
Data Bank Dunia tahun 2021 menunjukkan stok air Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Namun, 80 persen air tersebut habis untuk sektor pertanian atau irigasi.
Selain itu, kebutuhan air diprediksi melonjak 31 persen pada tahun 2045. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan penduduk yang cepat serta permintaan air untuk industri yang bisa naik empat kali lipat.
Tidak hanya itu, ada pula ancaman penurunan muka tanah. Hal ini terjadi karena pengambilan air tanah yang berlebihan. Selain itu, ada sekitar 12,7 juta hektar lahan kritis di Indonesia yang membuat sumber air semakin terancam.
Pemerintah saat ini fokus pada konservasi sumber daya air. Langkah yang diambil mulai dari mengendalikan pencemaran hingga menjaga kualitas air. Ada juga program swasembada air melalui konservasi daerah aliran sungai.
Program ini mencakup rehabilitasi hutan dan lahan. Pemerintah juga membangun bendungan multifungsi dan memperbaiki sistem irigasi.
Pemerintah sudah buat aturan untuk setiap rumah membuat sumur resapan. tapi nyatanya banyak warga yang mengabaikan. coba tanya ke diri sendiri apakah di rumah saya sudah ada sumur resapan? jangan hanya menyalahkan pemerintah. introspeksi!
matacelebes
0 Komentar