Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pembangunan Koperasi Merah Putih Terhambat Masalah Lahan


Makassar - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulawesi selatan,Muh.Saleh mengungkapkan bahwa Pembangunan Koperasi Merah Putih di sejumlah wilayah Sulawesi selatan menghadapi kendala ketersediaan lahan.

Muh.Saleh menjelaskan bahwa dari total 3.051 Desa dan Kelurahan di Sulawesi selatan baru sekitar 10% atau sekitar 200 unit Koperasi Merah Putih yang telah terbangun dan eksisting, nampak realisasi program tersebut belum berjalan secara optimal dan masih jauh dari target.

“Hambatannya sekarang tidak semua desa punya lahan, jadi terkendala di lahan,” kata Saleh,  Selasa, 3 Maret 2026.

Menurutnya, tidak semua desa maupun kelurahan memiliki aset lahan sendiri yang dapat digunakan untuk pembangunan koperasi. Kondisi ini menjadi persoalan serius di lapangan, terutama bagi desa-desa yang tidak memiliki tanah milik pemerintah desa.

Selain masalah lahan, kendala lain yang turut mempengaruhi percepatan pembangunan adalah pencairan anggaran dana desa yang belum sepenuhnya terealisasi.

Muh.Saleh mengaku pihaknya terus berkoordinasi dan melaporkan perkembangan tersebut secara berkala kepada pemerintah pusat. Namun hingga kini, belum ada solusi konkrit terkait persoalan lahan.

“Sementara kita diskusikan, hampir tiap minggu kita laporkan. Tapi sampai sekarang belum ada solusi dari Kemendagri dan Kemenkeu terkait dengan lahan,” ujarnya.

Padahal, pembangunan Koperasi Merah Putih ditargetkan rampung pada 2026. Dengan berbagai hambatan yang ada, pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memenuhi target tersebut.

Adapun penganggaran untuk membangun Koperasi Merah Putih akan menggunakan pinjaman dari Himpunan Bank Negara (Himbara) yang akan dibayar menggunakan dana desa.(**)

Redaksi

Posting Komentar

0 Komentar