Di tengah eskalasi yang kian mencekam, pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan tegas mengenai ketahanan militer mereka dalam menghadapi konfrontasi terbuka dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Teheran mengeklaim bahwa stok persenjataan dan kesiapan logistik mereka masih sangat mumpuni untuk meladeni perang intensitas tinggi selama setidaknya enam bulan ke depan tanpa bantuan eksternal yang signifikan.
Pernyataan ini muncul sebagai jawaban atas laporan bocoran dokumen Pentagon yang menyebut cadangan rudal pencegat AS mulai menipis. Pejabat militer Iran menekankan bahwa strategi mereka tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada volume produksi mandiri yang masif.
Dengan ribuan rudal balistik, drone kamikaze, dan jaringan pangkalan bawah tanah yang tersebar di seluruh negeri, Iran merasa yakin dapat memberikan perlawanan yang berkelanjutan dan melelahkan bagi sistem pertahanan lawan.
Ketahanan enam bulan yang diproksikan ini menjadi peringatan bagi Washington dan Tel Aviv akan risiko perang jangka panjang. Para analis menilai bahwa Iran sengaja memamerkan ketahanan logistiknya untuk merusak moral lawan dan menunjukkan bahwa strategi "tekanan maksimum" tidak akan membuat militer mereka lumpuh dalam waktu singkat.
Sebaliknya, Teheran justru tampak siap untuk menyeret koalisi Barat ke dalam perang atrisi yang mahal dan penuh ketidakpastian di wilayah Teluk.
matacelebes
0 Komentar