Salah satu alasan yang menguatkan warga Luwu Raya menyuarakan tuntutan Pemekaran wilayah menjadi Propinsi baru adalah besarnya potensi Sumber Daya Alam khususnya emas dan nickel yang dinilai belum dikelola secara adil bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Dorongan pemekaran Provinsi Luwu Raya tidak hanya datang dari kalangan elite politik, tetapi juga dari masyarakat akar rumput yang melakukan aksi blokade di sejumlah perbatasan wilayah.
Mereka menilai kekayaan emas dan nikel di tanah Luwu Raya selama ini lebih banyak menguntungkan pihak luar, sementara masyarakat setempat belum merasakan dampak pembangunan secara merata.
Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya juga disampaikan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau.
Ia menjelaskan bahwa pemekaran tidak dimaksudkan untuk memisahkan diri secara budaya dari Sulawesi Selatan, melainkan untuk memperjuangkan keadilan pembangunan.
Menurut Andi Maradang Mackulau, dengan kekayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki, Luwu Raya seharusnya mampu berdiri sebagai provinsi mandiri dan memberikan kesejahteraan yang lebih adil bagi masyarakat.
Pemprov Sulsel yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam menjadi faktor penting dalam pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.
Hal itu disampaikan dalam acara pengukuhan Wija We Ummu Datu Larompong di Hotel The Rinra, Makassar, beberapa waktu yang lalu.
Menurut Jufri potensi emas dan nikel yang dimiliki Luwu Raya harus dikaji secara matang karena berkaitan langsung dengan kemampuan daerah dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tanpa pemetaan dan pengelolaan yang jelas terhadap sumber daya tersebut, pembentukan provinsi baru akan sulit terwujud.
Selain potensi ekonomi, Jufri juga menjelaskan pembentukan DOB Provinsi juga mensyaratkan minimal lima kabupaten/kota serta kesiapan administratif dan kewilayahan.
Namun, ia menekankan bahwa kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam tetap menjadi salah satu penopang utama kemandirian daerah.
matacelebes

0 Komentar