matacelebes - Penghentian sementara aktivitas penambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akibat tertundanya persetujuan rencana produksi tahunan (RKAB 2026), memicu harga nickel melonjak ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir. Kenaikan harga ini terjadi di tengah upaya Negara Indonesia menata ulang pasokan untuk menopang harga komoditas.
Kontrak nikel tiga bulan terakhir sempat menyentuh US$16.945 per metrik ton, tertinggi sejak Oktober 2024, sebelum bertahan di kisaran US$16.875 per ton. Penguatan ini menandai berlanjutnya pemulihan harga nikel setelah lama tertekan oleh kelebihan pasokan global. Dikutip dari brecorder.com,London Metal Exchange(LME).
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengungkapkan bahwa keterlambatan izin, membuat perusahaan belum dapat menjalankan kegiatan penambangan. Meski demikian, perusahaan menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara.
Menurut Manajemen, Perusahaan meyakini keterlambatan ini tidak akan mengganggu keberlanjutan operasional secara keseluruhan dan berharap persetujuan tersebut dapat diterbitkan dalam waktu dekat.
Pemerintah Indonesia juga berencana memangkas kuota produksi bijih nikel. Setelah mencatat kenaikan 12,3% sepanjang Desember, sebagaimana pernyataan Menteri Bahlil Lahadalia yang menegaskan pemerintah Indonesia akan menurunkan kuota produksi guna menjaga stabilitas harga.
IDNFinancials.com

0 Komentar